vtobox

Little Smiley..

Motivasi Ali Bin Abi Thalib

Posted by Vtobox | rumahvito on 2017/02/08

*Ali bin Abi Tholib* berkata:

_*"Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun,*_
_*karena yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu."*_

_*Teruslah melangkah selama engkau berada di jalan yg baik, meski terkadang kebaikan tdk selamanya dihargai.*_

_*Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi siapa yang mau berbuat baik.*_

_*Jika datang kepadamu gangguan, jangan berpikir bagaimana cara membalas dengan yang lebih pedih, tapi berpikirlah bagaimana cara membalas dengan yang lebih baik.*_

_*Teruslah berdoa dan berikhtiar*_
_*Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikutimu*_

*Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin.

Posted in Renungan | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Angin duduk

Posted by Vtobox | rumahvito on 2017/01/25

*Obat Stroke* dan anggin duduk "copas"

Pada suatu ketika dimana Nabi Allah Sulaiman A.S duduk di singgahsananya,
maka datanglah Angin yang cukup besar,
maka bertanya Nabi Allah Sulaiman A.S "siapakah engkau..?"

Maka dijawab oleh Angin tersebut bahwa :
akulah Angin Rihul Ahmar….
dan Aku bila memasuki rongga anak Adam,
maka lumpuh, keluar darah dari Rongga, dan apabila aku memasuki otak anak Adam,
maka menjadi gilalah anak Adam …..

Maka diperintahkan oleh Nabi Sulaiman A.S …..
supaya membakar Angin tersebut,
maka berkatalah Rihul Ahmar kepada Nabi Sulaiman A.S bahwa
"Aku kekal sampai hari Kiamat tiba,
siapapun tidak ada yg dpt membinasa kan Aku melainkan Allah SWT…….
Lalu Rihul Ahmar pun menghilang……

Diriwayatkan cucu Nabi Muhammad S.A.W. yg terkena Angin Rihul Ahmar …..

Sehingga keluar darah dari rongga hidungnya…….
Maka datang Malaikat Jibril kepada
Nabi Muhammad S.A.W. dan bertanya Nabi kepada Malaikat Jibril…….
Maka menghilang sebentar,
lalu Malaikat Jibril kembali mengajari akan doa Rihul Ahmar kepada Nabi Muhammad S.A.W. …..
kemudian…..
Dibaca doa tersebut kepada cucu nya dan dengan sekejap cucu Rasulullah S.A.W sembuh serta merta.

Lalu bersabda Nabi Muhammad S.A.W. bahwa barang siapa Membaca doa stroke/ Doa Rihul Ahmar walau sekali dalam seumur
hidupnya,
maka akan dijauhkan dari penyakit ANGIN AHMAR atau Stroke

*Doa menjauhkan terhindar dari angin ahmar dan penyakit kronis*

*اللهم إني أعوذبك من الريح الأحمر والدم الأسود والداء الأكبر*

*Allahumma inni a’uzubika minarrihil ahmar, waddamil aswad, waddail akbar*

*Artinya*
*Ya Allah ya Tuhanku lindungi aku dari angin merah & lindungi aku dari darah hitam (stroke) dan dari penyakit berat* ….

*Panjangkanlah ke group keluarga sahabat kita yang tersayang…agar kita semua sehat terhindar dari STROKE ………
*aamiin* *yarobbal’alamin* 📿 🌾🎰🌾🕌 🌾📖 🌿

Posted in Renungan | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Ibu dan Bapak

Posted by Vtobox | rumahvito on 2016/12/25

Just Copas

Orang yang mencintai anda dgn mata dipejam ialah *KEKASIH*
Orang yang mencintai anda dgn mata dibuka ialah *SAHABAT*
Orang yang mencintai anda dgn mata berkelipan ialah *PASANGAN*
Org yang mencintai hingga anda menutup mata ialah *IBU*
Org yang mencintai anda dengan tiada ekpresi mata ialah *BAPAK*
____________________________
*IBU* – Memperkenalkan anda kepada dunia.
*BAPAK* – Memperkenalkan dunia kepada anda.
___________________________
*IBU* : Membawa anda kepada kehidupan.
*BAPAK* : Membawa kehidupan kepada anda.
__________________________
*IBU* : Menjaga anda supaya tidak lapar.
*BAPAK* : Membuat anda tahu makna lapar.
__________________________
*IBU* : Memberi anda kasih sayang.
*BAPAK* : Memberi anda tanggungjawab.
__________________________
*IBU* : Mengajar anda supaya tidak terjatuh.
*BAPAK* : Mengajar anda bangun bila terjatuh.
__________________________
*IBU* : Mengajarkan anda berjalan.
*BAPAK* : Mengajarkan anda jalan hidup.
__________________________
*IBU* : Mengajar anda melalui pengalamannya.
*BAPAK* : Mengajar anda untuk mendapatkan pengalaman.
__________________________
*IBU* : Memperkenalkan ideologi
*BAPAK* : Memperkenalkan realitas
___________________________
*KASIH IBU* diketahui semenjak anda dilahirkan.
*KASIH BAPAK* diketahui bila dia sudah tiada.
___________________________
Kasihilah *BAPAK* anda.
Sayangilah *IBU* anda
___________________________
Selagi mereka masih ada…. rumah tidak akan berseri tanpa kehadiran anak tapi rumah akan lebih sunyi bila *IBU BAPAK* sudah tiada….
Ini sekadar renungan bersama buat kita sebagai *ANAK* dan sebagai *IBU BAPAK* bagi anak-anak kita

#copas
#izinshare

Posted in Renungan | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Bahagia

Posted by Vtobox | rumahvito on 2016/11/02

Copas Menjelang Subuh :

2Nov2016

Yuni Prasetya

Muhasabah…(Copas)
Seorang dosen tengah berjalan santai bersama salah seorang di antara mahasiswa(mhs)2 nya di sebuah taman.
Sedang asyik berjalan sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang lagi lusuh.
.
Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang bekerja di sana, yg sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.

Sang mhs melihat dan kepada dosennya dia berkata :

“Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi dibelakang pepohonan, nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangan.

Kita lihat bagmana dia kaget dan cemas_
.
.
*Dosen itu menjawab*
_Mhsku, tidak pantas kita menghibur diri dengan mengorbankan orang miskin.
.
Kamu kan seorang yang kaya, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk dirinya.
.
Sekarang coba kamu memasukkan beberapa lembar uang kertas ke dalam sepatunya, kemudian saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu_?
.
Sang mhs sangat takjub dengan usulan dosennya. Dia langsung berjalan dan memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu.
.
Setelah itu ia bersembunyi di balik semak2 bersama dosennya sambil mengintip apa yang akan terjadi dengan tukang kebun.
.
Tak berapa lama datanglah pekerja miskin itu sambil mengibas2 kan kotoran dari pakaiannya.
.
Dia menuju tempat sepatunya yang ia tinggalkan sebelum bekerja.
.
Ketika ia memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu yang mengganjal di dalamnya.
.
Saat ia keluarkan ternyata…….uang..!
Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi uang..!
Dia memandangi uang itu berulang-ulang seolah ia tidak percaya dengan penglihatannya.
.
Setelah ia memutar pandangannya ke segala penjuru ia tidak melihat seorangpun.
.
Selanjutnya ia memasukkan uang itu ke dlm sakunya, lalu ia berlutut sambil menengadah ke ke langit dan menangis. Dia berbicara dengan suara tinggi, Ia bicara kepada Allah :
.
“Aku bersyukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhanku yang maha Pengasih dan Penyayang.
.
Wahai Yang Maha Tahu bahwa istriku lagi sakit dan anak-anak ku lagi kelaparan.
.
Mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak-anak ku dan istriku dari penderitaan…”
.
Dia terus menangis dalam waktu cukup lama sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Allah Yang Maha Pemurah.
.
Sang mhs sangat terharu dengan pemandangan yang ia lihat di balik persembunyiannya.
.
Air matanya meleleh tanpa dapat ia bendung.
Ketika itu dosen yg bijak tsb menesahati mhsnya :
.
“Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yang lebih dari pada kamu melakukan usulan pertama dengan menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”
.
Sang mhs menjawab:
.
“Aku telah mendapatkan pelajaran yang tidak akan mungkin aku lupakan seumur hidupku.
.
Sekarang aku baru paham makna kalimat yang dulu belum aku pahami sepanjang hidupku:
.
“Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yang lebih banyak daripada ketika kamu diberi”.
.
Sang dosen melanjutkan nasehatnya.
.
Dan ketahuilah bahwa pemberian itu bermacam2 :
.
• Memaafkan kesalahan orang di saat kamu mampu melakukan balas dendam,… adalah suatu pemberian.
.
• Mendo’akan temanmu di belakangnya (tanpa sepengatahuannya) itu adalah suatu pemberian.
.
• Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk darinya, juga suatu pemberian.
.
• Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita di belakangnya adalah pemberian juga.

Ini semua adalah pemberian.
.
*Marilah kita saling memberi dan Berbuat baik niscaya hidup kita akan menjadi lebih indah..!🙏🙏

From wa..
#izincopas
#renungan

Posted in Renungan | Tagged: , | Leave a Comment »

Kamu miskin?

Posted by Vtobox | rumahvito on 2016/11/02

Isilah *titik-titik di bawah ini* dan mohon dijawab dengan jujur dan cepat.

1. Allah *menciptakan tertawa* dan
(……….??)

2. Allah itu *mematikan* dan
(…………??)

3. Allah itu *menciptakan laki-laki* dan
(…………??)

4. Allah itu memberikan *kekayaan* dan
(………..??)

*_Bagaimana jawabanya ?_*

Gampang kan ?

Sebagian besar jawaban ternyata memang benar, tapi hanya untuk point 1-3 saja.
Sedang untuk jawaban No.4
Ternyata mayoritas salah.

*KENAPA ???*
Sekarang mari kita bahas.

Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab :
1. Tertawa dan (Menangis)
2. Mematikan dan (Menghidupkan)
3. Laki laki dan (Perempuan)

Tapi bagaimana dengan no.4 ?

Apakah benar jawabannya adalah Kemiskinan..?

Nah untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 43-45, dan 48, sbb:

*Jawaban no 1*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
“dan Dia-lah yang menjadikan orang *tertawa dan menangis.*”
(QS. An-Najm:43)
👍👍👍

*Jawaban no 2*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
“dan Dia-lah yang *mematikan dan menghidupkan.*”
(QS. An-Najm:44)
👍👍👍

*Jawaban no 3*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
“dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan *laki-laki dan perempuan*. ”
(QS. An-Najm:45)
👍👍👍

*Jawaban no 4*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
“dan Dia-lah yang memberikan *kekayaan dan kecukupan.*”
(QS. An-Najm:48)
✋✋✋

Ternyata jawaban yang no 4 kita sdh berburuk sangka kpd Allah

Sesungguhnya Allah hanya memberikan _*kekayaan dan kecukupan*_ kepada hamba-hamba Nya bukan kemiskinan seperti yang telah kita sangkakan.

استغفرالله العظيم

Ternyata yang *menciptakan kemiskinan* adalah diri kita sendiri. *Kemiskinan itu selalu kita bentuk dalam pola pikir kita*.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang pandai bersyukur walaupun hidup cuma pas-pasan tapi ia tetap bisa tersenyum😊?
Karena ia merasa cukup, bukan merasa miskin seperti kebanyakan orang lainnya.

*Semoga kita termasuk dari 🌿golongan orang-orang yang selalu merasa cukup dan selalu bersyukur.

Posted in Renungan | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Orang Tua

Posted by Vtobox | rumahvito on 2016/11/01

*UNTUK DIRENUNGKAN*

_“`Setelah ayahnya meninggal dunia, seorang anak telah mengantar ibunya ke panti jompo. Dia datang menengok ibunya dari satu waktu ke waktu yang lain.“`_
_“`Pada satu hari dia menerima panggilan dari panti jompo tersebut, yang mengabarkan kalau ibunya dalam keadaan di ujung nyawa & hampir meninggal. Dengan cepat dia datang untuk berada di samping ibunya pada saat saat terakhir.“`_
_“`Dia bertanya kepada ibunya : Apakah yang ibu ingin saya lakukan untuk ibu.“`_
_“`Ibunya menjawab: Aku mau kamu sumbangkan kipas angin untuk panti jompo ini, kerana di sini tidak ada kipas angin.“`_ _“`Letakkan juga kulkas, tukang masak dan makanan, kerana sering aku tertidur dalam keadaan lapar tidak makan.“`_
_“`’Ibu kenapa pada saat seperti ini baru ibu menginginkan semua hal ini ?’ Anak itu bertanya kembali.“`_
_“`Ibunya memberi alasan: Tidak apa apa anakku, ibu sudah bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan panas tanpa kipas dan lapar. CUMA IBU BINGUNG & TAKUT NANTI SAAT ANAK-ANAK KAMU MENGANTAR KAMU KE SINI KAMU TIDAK BISA MENYESUAIKAN DIRI’..“`_

Renungkanlah
*Apa rasanya kalau ibu/ayah kita sendiri yang mengirim pesan berikut?*

*Anakku…*

_Bila aku tua,_
_Andai aku jatuhkan gelas atau terlepas piring dari genggamanku,_
_Aku berharap kamu tidak menjerit marah kepadaku,_
_Kerana tenaga orang tua sepertiku semakin tidak kuat dan kerana aku sakit._
_Pandangan mataku semakin kabur. Kamu harus mengerti dan bersabar denganku._

😔 *Anakku…*

_Bila aku tua,_
_Andai tutur kataku lambat/perlahan dan aku tidak mampu mendengar apa yang kamu katakan,_
_Aku berharap kamu tidak menjerit padaku,_
*”Ibu tuli kah ?”,*
*”Ibu bisu kah ? “*
Aku minta maaf anakku._
_Aku semakin_ *MENUA…*

😟 *Anakku…*

_Bila aku tua,_
_Andai aku selalu saja bertanya tentang hal yang sama berulang-ulang,_
_Aku berharap kamu tetap sabar mendengar dan melayaniku, seperti aku sabar menjawab semua pertanyaanmu saat kamu kecil dulu,_
_Semua itu adalah sebagian dari proses_ *MENUA.*
_Kamu akan mengerti nanti bila kamu semakin tua._

😣 *Anakku…*

_Bila aku tua,_
_Andai aku berbau busuk, amis dan kotor,_
_Aku berharap kamu tidak tutup hidung atau muntah di depan aku._
_Dan tidak menjerit menyuruh aku mandi._
_Badan aku lemah._
_Aku tidak ada tenaga untuk melakukan semua itu sendiri._
_Mandikanlah aku seperti aku memandikanmu semasa kamu kecil dulu._

😷 *Anakku…*

_Bila aku tua,_
_seandainya aku sakit, temanilah aku, aku ingin anakku berada bersamaku._

😭 *Anakku….*
_Bila aku tua dan waktu kematianku sudah tiba,_ _
Aku berharap kamu akan memegang tanganku dan memberi kekuatan untuk aku menghadapi kematianku._
_Jangan cemas._
_Jangan menangis._
_Hadapi dengan keridhoan._
_Aku berjanji padamu._
_Bila aku bertemu_ *Allah.*
_Aku akan berbisik kepadaNya supaya senantiasa memberkati dan merahmati kamu kerana kamu sangat mencintai dan mentaatiku._

_Terima kasih banyak karena mencintaiku…._

_Terima kasih banyak kerana telah menjagaku…_
Aku mencintai kamu lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri.._

🔴 Menjadi peringatan & pelajaran untuk kita kalau kita masih ada ibu & ayah.
Silakan share postingan di atas ke WA group keluarga atau WA pribadi keluarga sendiri. Sebab kita tidak mau kita atau anak2 kita senantiasa berdosa dengan ibu & ayah kita atau ibu & ayah mereka…

Posted in Renungan | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Doa yang baik

Posted by Vtobox | rumahvito on 2016/10/31

*_INSPIRASI*

Suatu kali seorang anak sedang mengikuti sebuah lomba lari. :

Sebelum pertandingan dimulai *Anak kecil* itu menundukkan kepala *memanjatkan d’oa.*

Pertandinganpun dimulai, ternyata ia pertama kali mencapai garis finish dan keluar sebagai juara.

Saat pembagian hadiah, ketua panitia bertanya: *"Hai jagoan…, kamu pasti tadi berd’oa agar kamu menang yaa???"*

Anak itu menggeleng….: "Bukan pak….., *rasanya tidak adil berd’oa untuk bisa mengalahkan orang lain.*

*Aku hanya berdoa supaya tidak menangis kalau aku kalah….."*

Semua hadirin terdiam mendengar itu….
Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Permohonan anak ini merupakan doa yang Luaarrr biasa…. *_dia tidak meminta kpd Allah SWT utk mengabulkan semua harapannya, namun ia berdoa agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi.._*

Seringkali kita berdoa pada Allah SWT untuk mengabulkan setiap permintaan kita.

Kita meminta agar Allah SWT menghalau setiap halangan yang ada di depan mata.

Tidak salah memang, namun bukankah semestinya yang kita butuhkan adalah bimbingan dan hikmah-Nya untuk dapat mengerti rencana-Nya , terutama saat kita mengalami kegagalan dan kekalahan?

*_Seharusnya kita berdoa meminta kekuatan untuk bisa menerima kehendak Allah SWT sebagai yang terbaik dalam hidup, sekalipun mungkin itu sangat tidak menyenangkan._*

*Berdoa untuk menang itu biasa*, tapi *berdoa untuk bisa mengerti kehendak-Nya saat kita kalah itu luar biasa*…🙂

Posted in Renungan | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

Bersibuklah dalam kebaikan

Posted by Vtobox | rumahvito on 2016/10/27

RENUNGAN PAGI:

*JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG, KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN YANG BERBEDA*
.
Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang baik.
Meski terkadang kebaikan tidak senantiasa di hargai.

Jangan menjelaskan tentang diri mu kepada
siapa pun, Karena yang menyukai mu tidak butuh itu,
Dan yang membenci mu tidak percaya itu.
.
Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi
Siapa yang mau berbuat baik.

Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena sebuah Kesalahan …
Namun Hapuslah kesalahan…
demi lanjutnya Persaudaraan.

Jika datang kepadamu gangguan…
Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Baik.

Kurangi mengeluh, teruslah berdoa dan berikhtiar.

*Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikuti mu.”*

Posted in Renungan | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Jangan pernah lelah ya Ayah…

Posted by Vtobox | rumahvito on 2016/07/04

"Demi segenggam harapan"

" Jangan pernah lelah ya Ayah.. "

Subuh tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter dari rumah saya dan melihat seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan rumah.

"Yah, beras sudah habis loh…" ujar isterinya. Suaminya hanya tersenyum dan bersiap melangkah, namun langkahnya terhenti oleh panggilan anaknya dari dalam rumah, "Ayah,,besok Agus harus bayar uang praktek".
"Iya…" jawab sang Ayah.

Getir terdengar di telinga saya,apalah lagi bagi lelaki itu, saya bisa menduga langkahnya semakin berat. Ngomong-ngomong, saya jadi ingat pesan anak saya semalam, "Besok beliin lengkeng ya" dan saya hanya menjawabnya dengan "Insya Allah" sambil berharap anak saya tak kecewa jika malam nanti tangan ini tak berjinjing buah kesukaannya itu.

Di kantor,seorang teman menerima SMS nyasar, "Jangan lupa, pulang beliin susu Nadia ya".

Kontan saja SMS itu membuat teman saya bingung dan sedikit berkelakar, "Ini, anak siapa minta susunya ke siapa".

Saya pun sempat berpikir, mungkin jika SMS itu benar-benar sampai ke nomor sang Ayah, tambah satu gundah lagi yang bersemayam. Kalau tersedia cukup uang di kantong, tidaklah masalah. Bagaimana jika sebaliknya?

Banyak para Ayah setiap pagi membawa serta gundah mereka, mengiringi setiap langkah hingga ke kantor. Keluhan isteri semalam tentang uang belanja yang sudah habis, bayaran sekolah anak yang tertunggak sejak bulan lalu, susu si kecil yang tersisa di sendok terakhir, bayar tagihan listrik, hutang di warung tetangga yang mulai sering mengganggu tidur, dan segunung gundah lain yang kerap membuatnya terlamun.

Tidak sedikit Ayah yang tangguh yang ingin membuat isterinya tersenyum, meyakinkan anak-anaknya tenang dengan satu kalimat,

"Iya, nanti semua Ayah bereskan."

Meski dadanya bergemuruh kencang dan otaknya berputar mencari jalan untuk janjinya membereskan semua gundah yang ia genggam.

Maka sejarah pun berlangsung, banyak para Ayah yang berakhir di tali gantungan tak kuat menahan beban ekonomi yang semakin menjerat cekat lehernya. Baginya, tali gantungan tak bedanya dengan jeratan hutang dan rengekan keluarga yang tak pernah bisa ia sanggupi. Sama-sama menjerat, bedanya, tali gantungan menjerat lebih cepat dan tidak perlahan-lahan.
Tidak sedikit para Ayah yang membiarkan tangannya berlumuran darah sambil menggenggam sebilah pisau mengorbankan hak orang lain demi menuntaskan gundahnya. Walau akhirnya ia pun harus berakhir di dalam penjara. Yang pasti, tak henti tangis bayi di rumahnya, karena susu yang dijanjikan sang Ayah tak pernah terbeli.

Tak jarang para Ayah yang terpaksa menggadaikan keimanannya, menipu rekan sekantor, mendustai atasan
dengan memanipulasi angka-angka, atau berbuat curang di balik meja teman sekerja. Isteri dan anak-anaknya tak pernah tahu dan tak pernah bertanya dari mana uang yang didapat sang Ayah. Halalkah? Karena yang penting teredam sudah gundah hari itu.

Teramat banyak para isteri dan anak-anak yang setia menunggu kepulangan Ayahnya, hingga larut namun yang ditunggu tak juga kembali. Sementara jauh disana, lelaki yang isteri dan anak-anaknya setia menunggu itu telah babak belur tak berkutik, hancur meregang nyawa, menahan sisa-sisa nafas terakhir setelah dihajar massa yang geram oleh aksi pencopetan yang dilakukannya.

Sekali lagi, ada yang rela menanggung resiko ini demi segenggam gundah yang mesti ia tuntaskan.

Sungguh, diantara sekian banyak Ayah itu, saya teramat salut dengan sebagian Ayah lain yang tetap sabar menggenggam gundahnya, membawanya kembali ke rumah, menyertakannya dalam mimpi, mengadukannya dalam setiap sujud panjangnya di pertengahan malam, hingga membawanya kembali bersama pagi. Berharap ada rezeki yang Allah berikan hari itu, agar tuntas satu persatu gundah yang masih ia genggam.

Ayah yang ini, masih percaya bahwa Allah takkan membiarkan hamba-Nya berada dalam kekufuran akibat gundah-gundah yang tak pernah usai.

Ayah ini meyakini bahwa Allah tidak akan menguji seorang hamba kecuali sebatas hamba tersebut mampu memikulnya, dan Ia selalu berprasangka baik kepada Allah dengan meyakini bahwa tiada cobaan yang tidak berakhir dan Jalan keluar selalu akan datang kepada hamba-hamba yang hanya bersandar pada pertolongan dan kasih sayangNYA semata.

Para Ayah ini, yang akan menyelesaikan semua gundahnya tanpa harus menciptakan gundah baru bagi keluarganya.
Karena ia takkan menuntaskan gundahnya dengan tali gantungan, atau dengan tangan berlumur darah, atau berakhir di balik jeruji pengap, atau bahkan membiarkan seseorang tak dikenal membawa kabar buruk tentang dirinya yang hangus dibakar massa setelah tertangkap basah mencopet.

Dan saya, sebagai Ayah, akan tetap menggenggam gundah saya dengan senyum. Saya yakin, Allah suka terhadap orang-orang yang tersenyum dan ringan melangkah di balik semua keluh dan gundahnya.

Semoga.

By : Bayu Gautama
#copas
#izinshare

Posted in Renungan | Tagged: , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Ribuan Malaikat mendo’akan orang yang di caci maki

Posted by Vtobox | rumahvito on 2016/06/21

"Ribuan Malaikat Mendo’akan Orang Yang Dicaci Maki"

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Suatu hari, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq.

Ketika bercengkrama dengan Rasulullah, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar.
Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu.
Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya.
Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah.

Melihat hal ini, Rasulullah tersenyum.
Kemudian, orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar.
Kali ini, makian dan hinaannya lebih kasar.
Namun, dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya,
Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut.

Rasulullah kembali memberikan senyum….
Semakin marahlah orang Arab Badui tersebut.
Untuk ketiga kalinya, ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan.
Kali ini, selaku manusia biasa yang memiliki hawa nafsu,
Abu Bakar tidak dapat menahan amarahnya.
Dibalasnya makian orang Arab Badui tersebut dengan makian pula.

Terjadilah perang mulut.
Seketika itu, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya.
Ia meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam.

Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung. Dikejarnya Rasulullah yang sudah sampai halaman rumah.
Kemudian Abu Bakar berkata,
"Wahai Rasulullah, janganlah Anda biarkan aku dalam kebingungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, jelaskan kesalahanku!"

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab,
"Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan serta fitnahan lalu mencelamu, kulihat tenang, diam dan engkau tidak membalas,
aku bangga melihat engkau orang yang kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian, dan aku tersenyum karena ribuan malaikat di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun kepadamu, kepada Allah Ta’ala.

"Begitu pun yang kedua kali, ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya. Oleh sebab itu, aku tersenyum.

Namun, ketika kali ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu.
Hadirlah iblis di sisimu.
Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengan kamu aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepadanya.

Setelah itu menangislah abu bakar ketika diberitahu tentang rahasia kesabaran bahwa itu adalah kemuliaan yang terselubung.

Subhanallah,
Semoga kita semua tergolong orang-orang yang sabar dan berakhlak yang luhur.

"Kitab Sejarah Khalifah Abu Bakar Siddiq Ra, Syaikh S. Al Mubarakfury"

Semoga bermanfaat.

Posted in Renungan | Tagged: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »