vtobox

Little Smiley..

Archive for June, 2010

AKu mau beli waktu Ayah

Posted by Vtobox | rumahvito on 2010/06/17

Seperti biasa.. Busy, seorang kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya.. Budi, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.
Kok belum tidur? sapa Busy sambil mencium anaknya. Biasanya, Budi memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga,budi menjawab, Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?
Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?

Ah,enggak kok yah. Budi Cuma pengen tahu aja. Boleh?

Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?
Budi berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Busy beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Budi berlari mengikutinya.

Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong, katanya.
Wah, pinter kamu. Sudah ya, sekarang cuci kaki kemudian tidur, perintah Busy. Tetapi Budi tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Budi kembali bertanya, Ayah, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,-?
Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu.. Tidurlah.

Tapi, Ayah…

Kesabaran Busy habis. Ayah bilang tidur! hardiknya mengejutkan Budi. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Busy nampak menyesali perbuatannya. Ia pun menengok Budi di kamar tidurnya.
Didapatinya anak kesayangannya itu belum tidur. Budi didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang  Rp 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Busy berkata, Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Budi. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih
Ayah, aku nggak minta uang. Aku hanya ingin pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.

Iya,iya, tapi buat apa? tanya Busy lembut.
Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga.Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-,maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-.Makanya aku mau pinjam dari Ayah, kata Budi polos.

Busy terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.

Advertisements

Posted in Renungan | Tagged: , , , , | Leave a Comment »