vtobox

Little Smiley..

Archive for the ‘Medic’ Category

Mengobati Vertigo

Posted by Vtobox | rumahvito on 2017/03/25

💊💊💊💊💊💊💊💊💊💊💊
*MENGOBATI VERTIGO*
CUKUP dg LUBANG HIDUNG

👃 Kita memiliki hidung berlubang disebelah kiri dan kanan, apakah fungsinya sama?

👃 Sebenarnya fungsinya tidak sama dan dapat kita rasakan bedanya; sebelah kanan mewakili matahari (mengeluarkan panas) dan yg kiri mewakili bulan (mengeluarkan dingin).

🔻Jika SAKIT KEPALA, cobalah MENUTUP Lubang hidung sebelah KANAN, bernafaslah melalui hidung sebelah kiri dan lakukan kira-kira 5 menit, sakit kepala akan sembuh.

🔻Jika merasa LELAH, lakukan sebaliknya. Tutup lubang hidung sebelah KIRI dan bernafaslah melalui hidung sebelah kanan. Tak lama kemudian, Anda akan merasakan segar kembali.

🔻Perempuan bernafas lebih dg hidung sebelah kiri, sehingga hatinya gampang sekali dingin. Laki-laki bernafas lebih dg hidung sebelah kanan, sehingga gampang sekali marah.

🔻Apakah Anda memperhatikan pada saat bangun, lubang hidung mana yg bernafas lebih cepat? Sebelah kiri atau kanan?

🔻Jika lubang hidung kiri bernafas lebih cepat, Anda akan merasa sangat lelah. Tutuplah lubang hidung sebelah kiri dan gunakan lubang hidung sebelah kanan untuk bernafas, Anda akan merasa segar kembali dengan cepat.

🔻Cara tersebut boleh diajarkan kepada anak-anak, tetapi efeknya akan lebih baik diterapkan kepada orang dewasa.

🔻Pada suatu malam, saya duduk menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafas dengan lubang hidung sebelah kiri. Dalam kurang dari satu minggu, sakit kepala saya sembuh. Saya teruskan melakukannya selama 1 bulan, sejak malam itu sampai sekarang, sakit kepala saya tidak kambuh lagi.

🔻Luar biasa, sungguh sempurnanya pengaturan ciptaan Allâh.

*copas
*artikelasligatauasalnya
*mungkinbisaverifikasi

Posted in Medic | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

HipoKalemia (Kadar Kalium yang rendah dalam darah) – (2)

Posted by Vtobox | rumahvito on 2011/01/20

Tips Praktis Mengenali Hipokalemia
Oleh : Dr. Dito Anurogo | 20-Jan-2008, 22:15:43 WIB

Definisi:
Kadar kalium (K) dalam serum atau plasma < 3,5 mEq/liter.

Gejala Klinis:
1. Kelemahan pada otot
2. Perasaan lelah
3. Nyeri otot
4. Restless legs syndrome
5. Tekanan darah dapat meningkat
6. Kelumpuhan atau rabdomiolisis (jika penurunan K amat berat)
7. Gangguan toleransi glukosa
8. Gangguan metabolisme protein
9. Poliuria dan polidipsia
10. Alkalosis metabolik

Gejala klinis nomor 1,2,3,4 di atas merupakan gejala pada otot yang timbul jika kadar kalium kurang dari 3 mEq/liter.

Pemeriksaan Penunjang:
1. Kadar K dalam serum
2. Kadar K, Na, Cl dalam urin 24 jam
3. Kadar Mg dalam serum
4. Analisis gas darah
5. Elektrokardiografi

Terapi:
1. Pemberian kalium lebih disenangi dalam bentuk oral karena lebih mudah. Pemberian 40-60 mEq dapat menaikkan kadar kalium sebesar 1-1,5 mEq/L, sedangkan pemberian 135-160 mEq dapat menaikkan kadar kalium sebesar 2,5-3,5 mEq/L.
2. Bila ada intoksikasi digitalis, aritmia, atau kadar K serum 3 mEq/L, koreksi K cukup per oral.
4. Monitor kadar kalium tiap 2-4 jam untuk menghindari hiperkalemia terutama pada pemberian secara intravena.
5. Pemberian K intravena dalam bentuk larutan KCl disarankan melalui vena yang besar dengan kecepatan 10-20 mEq/jam, kecuali disertai aritmia atau kelumpuhan otot pernafasan, diberikan dengan kecepatan 40-100 mEq/jam. KCl dilarutkan sebanyak 20 mEq dalam 100 cc NaCl isotonik.

Penyulit:
1. Kelemahan otot
2. Lelah
3. Kejang atau kaku otot
4. Konstipasi
5. Ileus
6. Paralisis flaksid
7. Hiporefleksi
8. Rabdomiolisis
9. Tetanus

Diagnosis Banding:
1. Kehilangan melalui ginjal
a.Kalium dalam urin > 15 mEq/24 jam.
b.Ekskresi kalium disertai poliuria (obat-obat diuretik, diuretik osmotik)
2. Kehilangan tidak melalui ginjal (K dalam urin < 15mEq/24 jam)
a. Kehilangan melalui saluran cerna (diare)
b. Kehlangan melalui keringat berlebihan
c. Diet rendah kalium
d. Muntah
e. Perpindahan kalium ke dalam sel (alkalosis, insulin agonis beta, paralisis periodik, leukemia, keracunan barium)

Catatan:
1. Hipokalemia merupakan keadaan yang sering ditemukan dalam klinik.
2. Ekskresi kalium dalam urin rendah, disertai alkalosis metabolik, pertanda dari muntah kronik, atau pemberian diuretik lama.
3. Ekskresi kalium dalam urin tinggi, disertai alkalosis metabolik, dan tekanan darah rendah, pertanda sindrom Bartter.
4. Ekskresi kalium dalam urin tinggi, disertai alkalosis metabolik, dan tekanan darah tinggi, pertanda dari hiperaldosteronisme primer.
5. Ekskresi kalium yang berlebihan melalui ginjal disertai asidosis metabolik merupakan pertanda adanya ketoasidosis diabetik atau renal tubular acidosis (RTA) baik yang distal maupun proksimal.

Referensi:
1. Simadibrata M., dkk. (ed.). Pedoman Diagnosis dan Terapi di Bidang Ilmu Penyakit Dalam. Pusat Informasi dan Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2000. Hlm 93-4.

2. Sudoyo AW, dkk, (ed.). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I, Edisi IV. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2007. hlm 137-8.

Tulisan dari : kabar indonesia.com

Posted in Medic | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

HipoKalemia (Kadar Kalium yang rendah dalam darah) – (1)

Posted by Vtobox | rumahvito on 2011/01/20

Diagnosa yang sering ditemukan pada pasien hipokalemia secara teoritis adalah sebagai berikut :

Gangguan rasa nyaman; nyeri berhubungan dengan proses penyakit hipokalemia.
Gangguan integritas kulit berhubungan dengan imobilisasi fisik akibat kelelahan.
Hipertermi berhubungan dengan kegagalan untuk mengatasi infeksi akibat penyakit hipokalemia.
Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelelahan akibat penurunan fungsi otot dalam tubuh.
Perubahan pola nutrisi berhubungan dengan anoreksi; mual muntah.
Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi.

Posted in Medic | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Vertigo

Posted by Vtobox | rumahvito on 2011/01/20

Vertigo dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk gangguan keseimbangan atau gangguan orientasi di ruangan. Istilah yang sering digunakan oleh awam adalah: puyeng, sempoyongan, mumet, pusing, pening,pusing tujuh keliling, rasa mengambang, kepala terasa enteng, rasa melayang. Vertigo perlu dipahami karena merupakan keluhan nomer tiga paling sering dikemukakan oleh penderita yang datang ke praktek umum, bahkan orang tua usia sekitar 75 tahun, 50 % datang ke dokter dengan keluhan vertigo.

Perkataan vertigo berasal dari bahasa Yunani vertere yang artinya memutar (2). Pengertian vertigo adalah : sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya, dapat disertai gejala lain, terutama dari jaringan otonomik akibat gangguan alat keseimbangan tubuh. Vertigo (sering juga disebut pusing berputar, atau pusing tujuh keliling) adalah kondisi di mana seseorang merasa pusing disertai berputar atau lingkungan terasa berputar walaupun badan orang tersebut sedang tidak bergerak.

Kelainan ini terjadi karena gangguan keseimbangan baik sentral atau perifer, kelainan pada telinga sering menyebabkan vertigo. Untuk menentukan kelainan yang menyebabkan vertigo, dokter THT-KL biasanya akan melakukan pemeriksaan ENG (elektronistagmografi).

GEJALA
Penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar; atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak atau berputar.

DIAGNOSA
Sebelum memulai pengobatan, harus ditentukan sifat dan penyebab dari vertigo.

Gerakan mata yang abnormal menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga bagian dalam atau saraf yang menghubungkannya dengan otak. Nistagmus adalah gerakan mata yang cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Arah dari gerakan tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosa. Nistagmus bisa dirangsang dengan menggerakkan kepala penderita secara tiba-tiba atau dengan meneteskan air dingin ke dalam telinga.

Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka, kemudian dengan mata tertutup.

Tes pendengaran seringkali bisa menentukan adanya kelainan telinga yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran.

Pemeriksaan lainnya adalah CT scan atau MRI kepala, yang bisa menunjukkan kelainan tulang atau tumor yang menekan saraf.

Jika diduga suatu infeksi, bisa diambil contoh cairan dari telinga atau sinus atau dari tulang belakang.

Jika diduga terdapat penurunan aliran darah ke otak, maka dilakukan pemeriksaan angiogram, untuk melihat adanya sumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak.

PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.
Obat untuk mengurangi vertigo yang ringan adalah meklizin, dimenhidrinat, perfenazin dan skopolamin.

Skopolamin”>

Skopolamin terutama berfungsi untuk mencegah motion sickness, yang terdapat dalam bentuk plester kulit dengan lama kerja selama beberapa hari. Semua obat di atas bisa menyebabkan kantuk, terutama pada usia lanjut. Skopolamin dalam bentuk plester menimbulkan efek kantuk yang paling sedikit.

Posted in Medic | Tagged: , , , , , , , , | Leave a Comment »