vtobox

Little Smiley..

Archive for November, 2016

Bahagia

Posted by Vtobox | rumahvito on 2016/11/02

Copas Menjelang Subuh :

2Nov2016

Yuni Prasetya

Muhasabah…(Copas)
Seorang dosen tengah berjalan santai bersama salah seorang di antara mahasiswa(mhs)2 nya di sebuah taman.
Sedang asyik berjalan sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang lagi lusuh.
.
Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang bekerja di sana, yg sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.

Sang mhs melihat dan kepada dosennya dia berkata :

“Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi dibelakang pepohonan, nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangan.

Kita lihat bagmana dia kaget dan cemas_
.
.
*Dosen itu menjawab*
_Mhsku, tidak pantas kita menghibur diri dengan mengorbankan orang miskin.
.
Kamu kan seorang yang kaya, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk dirinya.
.
Sekarang coba kamu memasukkan beberapa lembar uang kertas ke dalam sepatunya, kemudian saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu_?
.
Sang mhs sangat takjub dengan usulan dosennya. Dia langsung berjalan dan memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu.
.
Setelah itu ia bersembunyi di balik semak2 bersama dosennya sambil mengintip apa yang akan terjadi dengan tukang kebun.
.
Tak berapa lama datanglah pekerja miskin itu sambil mengibas2 kan kotoran dari pakaiannya.
.
Dia menuju tempat sepatunya yang ia tinggalkan sebelum bekerja.
.
Ketika ia memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu yang mengganjal di dalamnya.
.
Saat ia keluarkan ternyata…….uang..!
Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi uang..!
Dia memandangi uang itu berulang-ulang seolah ia tidak percaya dengan penglihatannya.
.
Setelah ia memutar pandangannya ke segala penjuru ia tidak melihat seorangpun.
.
Selanjutnya ia memasukkan uang itu ke dlm sakunya, lalu ia berlutut sambil menengadah ke ke langit dan menangis. Dia berbicara dengan suara tinggi, Ia bicara kepada Allah :
.
“Aku bersyukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhanku yang maha Pengasih dan Penyayang.
.
Wahai Yang Maha Tahu bahwa istriku lagi sakit dan anak-anak ku lagi kelaparan.
.
Mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak-anak ku dan istriku dari penderitaan…”
.
Dia terus menangis dalam waktu cukup lama sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Allah Yang Maha Pemurah.
.
Sang mhs sangat terharu dengan pemandangan yang ia lihat di balik persembunyiannya.
.
Air matanya meleleh tanpa dapat ia bendung.
Ketika itu dosen yg bijak tsb menesahati mhsnya :
.
“Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yang lebih dari pada kamu melakukan usulan pertama dengan menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”
.
Sang mhs menjawab:
.
“Aku telah mendapatkan pelajaran yang tidak akan mungkin aku lupakan seumur hidupku.
.
Sekarang aku baru paham makna kalimat yang dulu belum aku pahami sepanjang hidupku:
.
“Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yang lebih banyak daripada ketika kamu diberi”.
.
Sang dosen melanjutkan nasehatnya.
.
Dan ketahuilah bahwa pemberian itu bermacam2 :
.
• Memaafkan kesalahan orang di saat kamu mampu melakukan balas dendam,… adalah suatu pemberian.
.
• Mendo’akan temanmu di belakangnya (tanpa sepengatahuannya) itu adalah suatu pemberian.
.
• Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk darinya, juga suatu pemberian.
.
• Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita di belakangnya adalah pemberian juga.

Ini semua adalah pemberian.
.
*Marilah kita saling memberi dan Berbuat baik niscaya hidup kita akan menjadi lebih indah..!🙏🙏

From wa..
#izincopas
#renungan

Advertisements

Posted in Renungan | Tagged: , | Leave a Comment »

Kamu miskin?

Posted by Vtobox | rumahvito on 2016/11/02

Isilah *titik-titik di bawah ini* dan mohon dijawab dengan jujur dan cepat.

1. Allah *menciptakan tertawa* dan
(……….??)

2. Allah itu *mematikan* dan
(…………??)

3. Allah itu *menciptakan laki-laki* dan
(…………??)

4. Allah itu memberikan *kekayaan* dan
(………..??)

*_Bagaimana jawabanya ?_*

Gampang kan ?

Sebagian besar jawaban ternyata memang benar, tapi hanya untuk point 1-3 saja.
Sedang untuk jawaban No.4
Ternyata mayoritas salah.

*KENAPA ???*
Sekarang mari kita bahas.

Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab :
1. Tertawa dan (Menangis)
2. Mematikan dan (Menghidupkan)
3. Laki laki dan (Perempuan)

Tapi bagaimana dengan no.4 ?

Apakah benar jawabannya adalah Kemiskinan..?

Nah untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 43-45, dan 48, sbb:

*Jawaban no 1*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
“dan Dia-lah yang menjadikan orang *tertawa dan menangis.*”
(QS. An-Najm:43)
👍👍👍

*Jawaban no 2*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
“dan Dia-lah yang *mematikan dan menghidupkan.*”
(QS. An-Najm:44)
👍👍👍

*Jawaban no 3*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
“dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan *laki-laki dan perempuan*. ”
(QS. An-Najm:45)
👍👍👍

*Jawaban no 4*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
“dan Dia-lah yang memberikan *kekayaan dan kecukupan.*”
(QS. An-Najm:48)
✋✋✋

Ternyata jawaban yang no 4 kita sdh berburuk sangka kpd Allah

Sesungguhnya Allah hanya memberikan _*kekayaan dan kecukupan*_ kepada hamba-hamba Nya bukan kemiskinan seperti yang telah kita sangkakan.

استغفرالله العظيم

Ternyata yang *menciptakan kemiskinan* adalah diri kita sendiri. *Kemiskinan itu selalu kita bentuk dalam pola pikir kita*.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang pandai bersyukur walaupun hidup cuma pas-pasan tapi ia tetap bisa tersenyum😊?
Karena ia merasa cukup, bukan merasa miskin seperti kebanyakan orang lainnya.

*Semoga kita termasuk dari 🌿golongan orang-orang yang selalu merasa cukup dan selalu bersyukur.

Posted in Renungan | Tagged: , , , | Leave a Comment »

Orang Tua

Posted by Vtobox | rumahvito on 2016/11/01

*UNTUK DIRENUNGKAN*

_“`Setelah ayahnya meninggal dunia, seorang anak telah mengantar ibunya ke panti jompo. Dia datang menengok ibunya dari satu waktu ke waktu yang lain.“`_
_“`Pada satu hari dia menerima panggilan dari panti jompo tersebut, yang mengabarkan kalau ibunya dalam keadaan di ujung nyawa & hampir meninggal. Dengan cepat dia datang untuk berada di samping ibunya pada saat saat terakhir.“`_
_“`Dia bertanya kepada ibunya : Apakah yang ibu ingin saya lakukan untuk ibu.“`_
_“`Ibunya menjawab: Aku mau kamu sumbangkan kipas angin untuk panti jompo ini, kerana di sini tidak ada kipas angin.“`_ _“`Letakkan juga kulkas, tukang masak dan makanan, kerana sering aku tertidur dalam keadaan lapar tidak makan.“`_
_“`’Ibu kenapa pada saat seperti ini baru ibu menginginkan semua hal ini ?’ Anak itu bertanya kembali.“`_
_“`Ibunya memberi alasan: Tidak apa apa anakku, ibu sudah bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan panas tanpa kipas dan lapar. CUMA IBU BINGUNG & TAKUT NANTI SAAT ANAK-ANAK KAMU MENGANTAR KAMU KE SINI KAMU TIDAK BISA MENYESUAIKAN DIRI’..“`_

Renungkanlah
*Apa rasanya kalau ibu/ayah kita sendiri yang mengirim pesan berikut?*

*Anakku…*

_Bila aku tua,_
_Andai aku jatuhkan gelas atau terlepas piring dari genggamanku,_
_Aku berharap kamu tidak menjerit marah kepadaku,_
_Kerana tenaga orang tua sepertiku semakin tidak kuat dan kerana aku sakit._
_Pandangan mataku semakin kabur. Kamu harus mengerti dan bersabar denganku._

😔 *Anakku…*

_Bila aku tua,_
_Andai tutur kataku lambat/perlahan dan aku tidak mampu mendengar apa yang kamu katakan,_
_Aku berharap kamu tidak menjerit padaku,_
*”Ibu tuli kah ?”,*
*”Ibu bisu kah ? “*
Aku minta maaf anakku._
_Aku semakin_ *MENUA…*

😟 *Anakku…*

_Bila aku tua,_
_Andai aku selalu saja bertanya tentang hal yang sama berulang-ulang,_
_Aku berharap kamu tetap sabar mendengar dan melayaniku, seperti aku sabar menjawab semua pertanyaanmu saat kamu kecil dulu,_
_Semua itu adalah sebagian dari proses_ *MENUA.*
_Kamu akan mengerti nanti bila kamu semakin tua._

😣 *Anakku…*

_Bila aku tua,_
_Andai aku berbau busuk, amis dan kotor,_
_Aku berharap kamu tidak tutup hidung atau muntah di depan aku._
_Dan tidak menjerit menyuruh aku mandi._
_Badan aku lemah._
_Aku tidak ada tenaga untuk melakukan semua itu sendiri._
_Mandikanlah aku seperti aku memandikanmu semasa kamu kecil dulu._

😷 *Anakku…*

_Bila aku tua,_
_seandainya aku sakit, temanilah aku, aku ingin anakku berada bersamaku._

😭 *Anakku….*
_Bila aku tua dan waktu kematianku sudah tiba,_ _
Aku berharap kamu akan memegang tanganku dan memberi kekuatan untuk aku menghadapi kematianku._
_Jangan cemas._
_Jangan menangis._
_Hadapi dengan keridhoan._
_Aku berjanji padamu._
_Bila aku bertemu_ *Allah.*
_Aku akan berbisik kepadaNya supaya senantiasa memberkati dan merahmati kamu kerana kamu sangat mencintai dan mentaatiku._

_Terima kasih banyak karena mencintaiku…._

_Terima kasih banyak kerana telah menjagaku…_
Aku mencintai kamu lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri.._

🔴 Menjadi peringatan & pelajaran untuk kita kalau kita masih ada ibu & ayah.
Silakan share postingan di atas ke WA group keluarga atau WA pribadi keluarga sendiri. Sebab kita tidak mau kita atau anak2 kita senantiasa berdosa dengan ibu & ayah kita atau ibu & ayah mereka…

Posted in Renungan | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »