vtobox

Little Smiley..

Posts Tagged ‘ibu’

Ibu dan Bapak

Posted by Vtobox | rumahvito on 2016/12/25

Just Copas

Orang yang mencintai anda dgn mata dipejam ialah *KEKASIH*
Orang yang mencintai anda dgn mata dibuka ialah *SAHABAT*
Orang yang mencintai anda dgn mata berkelipan ialah *PASANGAN*
Org yang mencintai hingga anda menutup mata ialah *IBU*
Org yang mencintai anda dengan tiada ekpresi mata ialah *BAPAK*
____________________________
*IBU* – Memperkenalkan anda kepada dunia.
*BAPAK* – Memperkenalkan dunia kepada anda.
___________________________
*IBU* : Membawa anda kepada kehidupan.
*BAPAK* : Membawa kehidupan kepada anda.
__________________________
*IBU* : Menjaga anda supaya tidak lapar.
*BAPAK* : Membuat anda tahu makna lapar.
__________________________
*IBU* : Memberi anda kasih sayang.
*BAPAK* : Memberi anda tanggungjawab.
__________________________
*IBU* : Mengajar anda supaya tidak terjatuh.
*BAPAK* : Mengajar anda bangun bila terjatuh.
__________________________
*IBU* : Mengajarkan anda berjalan.
*BAPAK* : Mengajarkan anda jalan hidup.
__________________________
*IBU* : Mengajar anda melalui pengalamannya.
*BAPAK* : Mengajar anda untuk mendapatkan pengalaman.
__________________________
*IBU* : Memperkenalkan ideologi
*BAPAK* : Memperkenalkan realitas
___________________________
*KASIH IBU* diketahui semenjak anda dilahirkan.
*KASIH BAPAK* diketahui bila dia sudah tiada.
___________________________
Kasihilah *BAPAK* anda.
Sayangilah *IBU* anda
___________________________
Selagi mereka masih ada…. rumah tidak akan berseri tanpa kehadiran anak tapi rumah akan lebih sunyi bila *IBU BAPAK* sudah tiada….
Ini sekadar renungan bersama buat kita sebagai *ANAK* dan sebagai *IBU BAPAK* bagi anak-anak kita

#copas
#izinshare

Posted in Renungan | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Orang Tua

Posted by Vtobox | rumahvito on 2016/11/01

*UNTUK DIRENUNGKAN*

_“`Setelah ayahnya meninggal dunia, seorang anak telah mengantar ibunya ke panti jompo. Dia datang menengok ibunya dari satu waktu ke waktu yang lain.“`_
_“`Pada satu hari dia menerima panggilan dari panti jompo tersebut, yang mengabarkan kalau ibunya dalam keadaan di ujung nyawa & hampir meninggal. Dengan cepat dia datang untuk berada di samping ibunya pada saat saat terakhir.“`_
_“`Dia bertanya kepada ibunya : Apakah yang ibu ingin saya lakukan untuk ibu.“`_
_“`Ibunya menjawab: Aku mau kamu sumbangkan kipas angin untuk panti jompo ini, kerana di sini tidak ada kipas angin.“`_ _“`Letakkan juga kulkas, tukang masak dan makanan, kerana sering aku tertidur dalam keadaan lapar tidak makan.“`_
_“`’Ibu kenapa pada saat seperti ini baru ibu menginginkan semua hal ini ?’ Anak itu bertanya kembali.“`_
_“`Ibunya memberi alasan: Tidak apa apa anakku, ibu sudah bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan panas tanpa kipas dan lapar. CUMA IBU BINGUNG & TAKUT NANTI SAAT ANAK-ANAK KAMU MENGANTAR KAMU KE SINI KAMU TIDAK BISA MENYESUAIKAN DIRI’..“`_

Renungkanlah
*Apa rasanya kalau ibu/ayah kita sendiri yang mengirim pesan berikut?*

*Anakku…*

_Bila aku tua,_
_Andai aku jatuhkan gelas atau terlepas piring dari genggamanku,_
_Aku berharap kamu tidak menjerit marah kepadaku,_
_Kerana tenaga orang tua sepertiku semakin tidak kuat dan kerana aku sakit._
_Pandangan mataku semakin kabur. Kamu harus mengerti dan bersabar denganku._

😔 *Anakku…*

_Bila aku tua,_
_Andai tutur kataku lambat/perlahan dan aku tidak mampu mendengar apa yang kamu katakan,_
_Aku berharap kamu tidak menjerit padaku,_
*”Ibu tuli kah ?”,*
*”Ibu bisu kah ? “*
Aku minta maaf anakku._
_Aku semakin_ *MENUA…*

😟 *Anakku…*

_Bila aku tua,_
_Andai aku selalu saja bertanya tentang hal yang sama berulang-ulang,_
_Aku berharap kamu tetap sabar mendengar dan melayaniku, seperti aku sabar menjawab semua pertanyaanmu saat kamu kecil dulu,_
_Semua itu adalah sebagian dari proses_ *MENUA.*
_Kamu akan mengerti nanti bila kamu semakin tua._

😣 *Anakku…*

_Bila aku tua,_
_Andai aku berbau busuk, amis dan kotor,_
_Aku berharap kamu tidak tutup hidung atau muntah di depan aku._
_Dan tidak menjerit menyuruh aku mandi._
_Badan aku lemah._
_Aku tidak ada tenaga untuk melakukan semua itu sendiri._
_Mandikanlah aku seperti aku memandikanmu semasa kamu kecil dulu._

😷 *Anakku…*

_Bila aku tua,_
_seandainya aku sakit, temanilah aku, aku ingin anakku berada bersamaku._

😭 *Anakku….*
_Bila aku tua dan waktu kematianku sudah tiba,_ _
Aku berharap kamu akan memegang tanganku dan memberi kekuatan untuk aku menghadapi kematianku._
_Jangan cemas._
_Jangan menangis._
_Hadapi dengan keridhoan._
_Aku berjanji padamu._
_Bila aku bertemu_ *Allah.*
_Aku akan berbisik kepadaNya supaya senantiasa memberkati dan merahmati kamu kerana kamu sangat mencintai dan mentaatiku._

_Terima kasih banyak karena mencintaiku…._

_Terima kasih banyak kerana telah menjagaku…_
Aku mencintai kamu lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri.._

🔴 Menjadi peringatan & pelajaran untuk kita kalau kita masih ada ibu & ayah.
Silakan share postingan di atas ke WA group keluarga atau WA pribadi keluarga sendiri. Sebab kita tidak mau kita atau anak2 kita senantiasa berdosa dengan ibu & ayah kita atau ibu & ayah mereka…

Posted in Renungan | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Psikologi anak

Posted by Vtobox | rumahvito on 2013/07/09

Psikologi Anak…

1. Ibu/Ayah, jangan risau apa yg belum bisa kulakukan, lihatlah apa yg sudah bisa kulakukan, lihatlah lebih banyak kelebihanku……

2. Ibu/Ayah aku memang belum bisa berhitung, tapi lihatlah aku bisa beryanyi & selalu tersenyum ceria..

3. Ibu/Ayah, jangan keluhkan aku tidak bisa diam, lihatlah energiku ini, bukankah kalau aku jadi pemimpin aku butuh energi sebesar ini

4. Ibu/Ayah jangan kau bandingkan aku dengan anak lain, lihatlah aku tidak pernah membandingkanmu dengan orang tua yg lain, aku hanya satu

5. Ibu/Ayah, jangan bosan dengan pertanyaan2ku, lihatlah besarnya rasa ingin tahuku, aku belajar banyak dari rasa ingin tau…

6. Ibu/Ayah jangan bentak2 aku, lihatlah aku punya perasaan, seperti engkau juga memilikinya, aku sedang belajar memperlakukanmu kelak…

7. Ibu/Ayah, jangan ancam2 aku, seperti engkau juga tidak suka diancam orang lain, lihatlah aku sedang belajar memahami keinginanmu

8. Ibu/Ayah, jangan lihat nilaiku yang rata2 atau biasa saja, lihatlah aku mengerjakannya dengan jujur lihatlah aku sudah berusaha

9. Ibu/Ayah, aku memang belum bisa membaca, namun lihatlah aku bisa bercerita, pada saatnya aku akan bisa, aku butuh engkau percaya..

10. Ibu/Ayah, aku memang kurang mengerti Matematika, tapi lihatlah aku suka berdoa, dan aku senang sekali mendoakan yang terbaik untukmu..

11. Ibu/Ayah, aku memang banyak kekurangan, tapi aku juga punya kelebihan, bantu aku, agar kelak kelebihanku berguna bagi sesama..

12. Ibu/Ayah, hubungan kita sepanjang Zaman, bantu aku mengenalmu dengan cara aku belajar bagaimana engkau mengenalku…

13. Ibu/Ayah, aku ingin mengenangmu sebagai yang terbaik, ajari aku dengan melihat yang terbaik dariku, sehingga aku bangga menyebut Namamu ..

14. Ibu/Ayah, semoga kita punya cukup waktu untuk saling mengenal dan memahami, aku belajar melihatmu dari cara engkau melihatku

Posted in Renungan | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Luv U Mother..

Posted by Vtobox | rumahvito on 2012/04/05

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.

Kemudian dia mengulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang diulurkan oleh si anak dan membacanya.

OngKos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9bulan- GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu -GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu -GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu -GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku – GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, “Saya Sayang Ibu”.Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya: “Telah Dibayar” .

Posted in Renungan | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

Ibu – Iwan Fals

Posted by Vtobox | rumahvito on 2011/10/22

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah

Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas
Ibu….. ibu……

Ingin kudekap dan menangis dipangkuanmu
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu do’a-do’a baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas
Ibu….. ibu……

Posted in Musik | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »