vtobox

Little Smiley..

Posts Tagged ‘syukur’

Batu kecil pengingat

Posted by Vtobox | rumahvito on 2013/04/25

Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang lagi bekerja di bawah.

Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan.
Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya uang Rp. 10.000-an rupiah yang jatuh tepat di sebelah si pekerja. Si pekerja hanya memungut uang Rp 10.000 dan melanjutkan pekerjaannya.

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah sebentar saja ke atas.
Akan tetapi si pekerja hanya melompat kegirangan karena menemukan uang Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.

Pada akhirnya sang mandor melemparkan “batu kecil” yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor.

Cerita tersebut di atas sama dengan kehidupan kita, TUHAN selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi “dunia” kita.
Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah “bersyukur”…!!! Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datangnya··· Bahkan kita selalu bilang··· kita lagi dapat “HOKI!”

Yang lebih buruk lagi kita menjadi Takabur dengan Rejeki milik TUHAN.

Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan “batu kecil” yang kita sebut musibah…! agar kita mau menoleh kepada TUHAN.

Sungguh TUHAN sangat mencintai kita, biarlah kita selalu ingat untuk menoleh keatas sebelum TUHAN melemparkan batu kecil..

 

Advertisements

Posted in Renungan | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

Cinta

Posted by Vtobox | rumahvito on 2012/09/10

Pada suatu hari ada seorang Ibu yg baru pulang dari pasar melihat ada 3 org berjanggut di halaman rumahnya. Ketiga pria itu terlihat letih dan lapar. Ibu itu mengajak mereka masuk untuk makan, tapi mereka bertanya, “apakah suamimu sdh pulang ?” “Belum” jawab Ibu itu.
“Kalau begitu kami tdk bsa masuk.”

Ketika suaminya pulang, Ibu itu menceritakan tentang ketiga org tsb, dan suaminya menyuruhnya mengajak ketiga org itu utk masuk.

Ketika ia menyuruh mereka masuk, salah seorang berjanggut itu berkata: “Yg itu bernama Kekayaan, yg itu Kesuksesan dan saya Cinta.
Kalian harus memilih salah satu dari kami utk masuk ke dalam rumahmu, kami tdk bisa masuk bersama-sama.”

Ibu itu masuk ke dalam dan menceritakan apa yg dikatakan orang itu, suaminya berkata: “suruh Kekayaan masuk, saya ingin rumah ini penuh dgn Kekayaan.”
Tapi Ibu itu berkata: “lebih baik Kesuksesan, biar semua pekerjaan kita slalu penuh dengan Kesuksesan.”
Anak2 mereka berkata: “lebih baik Cinta, biar rumah ini selalu penuh dgn Cinta,”

Akhirnya semua setuju utk mengajak Cinta masuk, Ibu itu kembali ke depan dan berkata, “yang bernama Cinta silahkan masuk.”

Ketika orang yg bernama Cinta berjalan masuk, kedua orang yang lain mengikutinya.
Si Ibu heran dan berkata, “kami hanya mengundang Cinta, kenapa kalian ikut?”

Orang itu berkata, “Kalau Ibu memilih Kekayaan atau Kesuksesan, kami hanya bisa berjalan sendiri2. Tapi karena Ibu memilih CINTA, kami berdua akan selalu mengikutinya kemanapun dia berjalan. Sebenarnya kami berdua ini buta, hanya Cinta yg bisa melihat dan menuntun kami kemanapun dan kapanpun juga….

“RENUNGAN” Jalani hidup ini dgn cinta…”Dan bersyukur kita masih berada diantara orang2 yg mencintai kita…..Terkadang kita mengabaikan CINTA hanya karena Kekayaan & Kesuksesan

Posted in Renungan | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Sekedar Renungan

Posted by Vtobox | rumahvito on 2012/02/08

Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga. Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat ma…sih bolong-bolong . Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini . Tapi anehnya, apa yang dia doain, semuanya dipenuhi. Orang sholeh inipun heran. Akhirnya, dia pun dateng ke seorang ustadz. Ceritalah dia permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah dapat apa yang dia inginkan.

Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini. Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak bener, suaranya fals, bagaimana? Orang sholeh tadi menjawab, segera saya kasih pak ustadz, gak nahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula. Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana? Wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz.

Pak ustadz pun tersenyum. Begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia pengen nahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedeket ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta. Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket- deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi. Dan yakinlah, kata pak ustadz, kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ. Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya.

*Copas dari email teman kantor papa..

Posted in Renungan | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »